Deskripsi
Di rumah panjang Ensaid Panjang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, para perempuan Dayak Desa masih setia duduk di depan alat tenun tradisional, menyusun benang demi benang menjadi kain tenun ikat bermotif turun-temurun. Ebook Strategi Preservasi Tenun Ikat dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Desa Ensaid Panjang Kabupaten Sintang membedah bagaimana warisan budaya tak benda ini bertahan, sekaligus dirumuskan strategi pelestariannya agar terus hidup berdampingan dengan pariwisata berkelanjutan.
Tentang Buku Ini
Ditulis oleh Lin Magdalena berdasarkan riset lapangan langsung di Ensaid Panjang, buku ini mengupas tenun ikat bukan hanya sebagai kerajinan, melainkan sebagai warisan budaya bukan benda (intangible cultural heritage) yang menyatu dengan kehidupan sosial, spiritual, dan ekonomi komunitas Dayak Desa. Pembahasan bergerak dari kerangka teori preservasi, konservasi, dan restorasi warisan budaya, profil wilayah Kabupaten Sintang dan Desa Ensaid Panjang, hingga analisis kekuatan-kelemahan-peluang-ancaman (SWOT) sebagai dasar perumusan strategi restorasi tenun ikat untuk mendukung pariwisata berkelanjutan.
Apa yang Akan Anda Temukan
- Konsep dasar preservasi, konservasi, dan restorasi warisan budaya bukan benda
- Profil geografi, demografi, sosial, dan ekonomi Kabupaten Sintang serta Desa Ensaid Panjang
- Kedudukan tenun ikat dalam kehidupan komunitas Dayak: aspek budaya, sosial, ekonomi, dan spiritual
- Ragam fungsi tenun ikat, dari busana adat, pelengkap ritual (termasuk kumbu dalam upacara pernikahan), hingga produk bernilai jual tinggi
- Tahapan proses produksi tenun ikat, mulai pewarnaan alami dari bahan hutan hingga proses menenun dengan alat tradisional
- Faktor penghambat dan pendukung industri tenun ikat, termasuk kondisi sumber daya manusia penenun
- Persepsi masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap pengembangan wisata di Ensaid Panjang
- Analisis SWOT dan rumusan strategi restorasi tenun ikat untuk mendukung pariwisata berkelanjutan
Keunggulan Buku Ini
● Berbasis riset lapangan dan wawancara langsung bersama penenun di Ensaid Panjang
● Memadukan kajian akademis warisan budaya dengan data sosial-ekonomi yang konkret
● Memuat kerangka strategi (analisis SWOT) yang aplikatif untuk pelestarian budaya berbasis komunitas
● Relevan sebagai referensi kebijakan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya lokal
● Format ebook praktis — mudah dibaca kapan saja lewat ponsel, tablet, atau laptop
Tentang Penulis
Lin Magdalena adalah dosen di Universitas Kapuas Sintang. Ia menempuh pendidikan Magister Manajemen di Universitas Tanjungpura Pontianak dan Program Doktoral Ilmu Lingkungan di Universitas Brawijaya, Malang. Buku ini disusun dari hasil penelitiannya langsung di lapangan bersama komunitas penenun Desa Ensaid Panjang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Spesifikasi Buku
- Judul: Strategi Preservasi Tenun Ikat dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Desa Ensaid Panjang Kabupaten Sintang
- Penulis: Lin Magdalena
- Penerbit: Lembaga Literasi Dayak (LLD)
- Cetakan ke-1: Februari 2021
- Tebal edisi cetak acuan: vi + 214 halaman, ukuran 15 x 23 cm
- ISBN: 978-623-7069-61-4
- Format: Ebook (PDF)
- Bahasa: Indonesia
- Kategori: Budaya, Pariwisata Berkelanjutan, Antropologi Nusantara
Kata Kunci Terkait
tenun ikat Dayak, tenun ikat Ensaid Panjang, budaya Dayak Sintang, pariwisata berkelanjutan Kalimantan Barat, warisan budaya tak benda, preservasi tenun ikat, kain tenun Kalimantan, rumah panjang Ensaid Panjang
Cocok untuk Siapa
● Mahasiswa dan peneliti bidang antropologi, pariwisata, dan pelestarian budaya
● Pegiat dan pengelola desa wisata berbasis budaya
● Pemerhati warisan budaya tak benda dan kerajinan tenun Nusantara
● Pembuat kebijakan dan pendamping UMKM kerajinan lokal
● Pembaca umum yang tertarik pada budaya Dayak dan tenun ikat Kalimantan
