Panglima Jilah, Pemimpin Pasukan Merah

Lihat Detail

Deskripsi

Kisahnya bukan kisah tentang seseorang yang sejak awal hidup dalam kemewahan atau memiliki jalan yang mudah.

Agustinus, yang kemudian dikenal sebagai Panglima Jilah, tumbuh dari kehidupan sederhana di rimba Sambora, Kalimantan Barat. Dari lingkungan inilah perjalanan panjang seorang pemimpin dimulai.

Buku Panglima Jilah: Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng membawa pembaca mengenal lebih dekat perjalanan hidup, pemikiran, kepemimpinan, serta perjuangan Panglima Jilah sebagai salah satu tokoh masyarakat adat Dayak pada era modern.

Buku ini tidak hanya bercerita tentang bagaimana seorang panglima menjadi pemimpin.

Buku ini juga mengajak kita memahami mengapa seorang pemimpin bisa mendapatkan kepercayaan masyarakatnya.

Bagaimana ia membangun komunitas.

Bagaimana ia menghadapi konflik.

Bagaimana ia memandang adat dan tanah leluhur.

Dan bagaimana identitas sebagai Dayak, Katolik, dan Indonesia hidup berdampingan dalam dirinya.

Dari Sambora menuju panggung kepemimpinan Dayak

Perjalanan Panglima Jilah memperlihatkan bahwa kepemimpinan tidak selalu lahir dari ruang pendidikan formal atau lingkungan elite.

Ia dapat tumbuh dari pengalaman hidup.

Dari keluarga.

Dari komunitas.

Dari adat.

Dari rasa tanggung jawab terhadap sesama.

Dan dari keberanian untuk mengambil peran ketika masyarakat membutuhkan seorang pemimpin.

Buku ini menelusuri perjalanan tersebut, termasuk proses ketika Agustinus kemudian dibaiat menjadi panglima dan memasuki ruang kepemimpinan adat.

Dari sana, kisahnya berkembang menjadi perjalanan membangun Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) menjadi sebuah organisasi masyarakat adat dengan jaringan anggota yang luas di Kalimantan dan Sarawak.

Bukan sekadar kisah seorang panglima

Di balik sosok Panglima Jilah terdapat cerita yang lebih besar.

Cerita tentang masyarakat adat Dayak yang sedang berhadapan dengan perubahan zaman.

Cerita tentang tanah leluhur.

Tentang hutan adat.

Tentang identitas.

Tentang konflik sosial.

Tentang pembangunan.

Tentang generasi muda.

Dan tentang bagaimana masyarakat adat berusaha mempertahankan martabat serta ruang hidupnya di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

Karena itu, buku ini tidak hanya relevan bagi mereka yang ingin mengetahui siapa Panglima Jilah.

Buku ini juga membantu pembaca melihat dinamika gerakan masyarakat adat Dayak pada masa kini.

Apa yang akan Anda temukan di dalam buku?

Pembaca diajak mengikuti perjalanan Panglima Jilah sejak masa kecilnya dalam keluarga sederhana, kemudian memahami identitas dan keyakinannya, proses pengangkatan sebagai panglima adat, hingga perjalanan membangun kekuatan komunitas melalui TBBR.

Buku ini juga membahas keterlibatannya dalam berbagai persoalan masyarakat adat, termasuk perjuangan mempertahankan tanah leluhur dan hutan adat.

Tidak berhenti di sana, pembaca juga dapat mengenal pemikiran dan pandangan Panglima Jilah mengenai adat, kebudayaan, masyarakat Dayak, konflik di Kalimantan, serta pemindahan Ibu Kota Negara.

Dengan demikian, buku ini dapat dibaca dalam dua lapisan.

Pertama, sebagai biografi seorang tokoh.

Kedua, sebagai potret gerakan masyarakat adat Dayak kontemporer.

Sebuah kisah tentang identitas

Salah satu hal menarik dari buku ini adalah pembahasan mengenai identitas Panglima Jilah.

Bagaimana menjadi Katolik tidak menghapus identitasnya sebagai Dayak.

Bagaimana menjadi Dayak tidak bertentangan dengan kecintaannya sebagai orang Indonesia.

Ketiga identitas tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan hidup dan cara pandangnya.

Di tengah dunia yang semakin mudah mempertentangkan identitas, kisah ini menawarkan perspektif lain: bahwa seseorang dapat membawa berbagai lapisan identitas sekaligus tanpa harus kehilangan akar budayanya.

Untuk generasi muda Dayak

Buku ini penting bukan hanya untuk mengenal seorang tokoh.

Lebih jauh, buku ini dapat menjadi jendela bagi generasi muda Dayak untuk melihat bahwa adat, budaya, identitas, dan kepemimpinan tidak harus menjadi sesuatu yang hanya dikenang dari masa lalu.

Nilai-nilai tersebut dapat dibawa ke masa kini.

Dapat menjadi sumber keberanian.

Dapat menjadi dasar untuk membangun organisasi.

Dan dapat menjadi energi untuk menjaga hubungan masyarakat dengan tanah leluhur serta kebudayaannya.

Mengapa buku ini layak dimiliki?

Karena Anda tidak hanya mendapatkan sebuah biografi.

Anda mendapatkan sebuah kisah tentang perjalanan hidup, kepemimpinan, identitas, adat, dan perjuangan masyarakat Dayak pada zaman sekarang.

Karena untuk memahami seorang pemimpin, kita perlu mengenal bukan hanya gelarnya, tetapi juga dari mana ia berasal, pengalaman apa yang membentuknya, dan nilai apa yang membuat masyarakat mempercayainya.

Dan karena sejarah Dayak bukan hanya tentang tokoh-tokoh dari masa lampau.

Ada tokoh-tokoh masa kini yang sedang menulis bab baru perjalanan masyarakat Dayak.

Panglima Jilah adalah salah satunya.

Cocok untuk siapa?

Buku ini cocok untuk:

• masyarakat Dayak yang ingin mengenal lebih dekat sosok Panglima Jilah
• generasi muda Dayak yang ingin menemukan figur kepemimpinan dari komunitasnya sendiri
• pembaca yang tertarik pada biografi tokoh Indonesia
• mahasiswa dan peneliti antropologi, sosiologi, sejarah, dan ilmu sosial
• pemerhati masyarakat adat dan kebudayaan Kalimantan
• aktivis lingkungan dan pegiat hak masyarakat adat
• pembaca yang ingin memahami perkembangan gerakan masyarakat adat Dayak kontemporer
• perpustakaan sekolah, kampus, komunitas, dan lembaga kebudayaan

Kenali manusia di balik gelar “Panglima”

Di balik nama besar Panglima Jilah, ada seorang manusia yang memiliki masa kecil, keluarga, keyakinan, pengalaman, perjuangan, pemikiran, dan pilihan-pilihan hidup yang membentuk dirinya.

Buku ini mengajak Anda mengenal manusia tersebut.

Dari rimba Sambora.

Menjadi pemimpin adat.

Membangun TBBR.

Bersama masyarakat memperjuangkan tanah leluhur.

Dan terus membawa identitas Dayak ke tengah perubahan zaman.

Jika Anda ingin memahami siapa Panglima Jilah dan mengapa sosoknya menjadi penting dalam gerakan masyarakat adat Dayak masa kini, buku ini layak Anda baca.

Detail Buku

Judul: Panglima Jilah: Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng
Penulis: R. Masri Sareb Putra, M.A.; Matius Mardani; Paran Sakiu, M.Pd.
Penerbit: Masri Books
Tahun terbit: 2022
Jumlah halaman: viii + 182 halaman
Format: Ebook PDF
Bahasa: Indonesia
Genre: Biografi, sejarah, kajian masyarakat adat Dayak

Miliki ebook ini dan kenali lebih dekat perjalanan hidup serta pemikiran Panglima Jilah, seorang tokoh masyarakat adat Dayak yang menjadi bagian penting dari dinamika Dayak kontemporer. 

Lihat Detail

Tentang Produk

Loading...