Deskripsi
Teologi Kontekstual, Kaharingan, Kekristenan, dan Budaya Dayak Maanyan di Kalimantan Tengah
Bagaimana konsep Tuhan dalam kepercayaan Kaharingan dapat dipahami dalam dialog dengan teologi Kristen?
Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu pintu masuk untuk memahami buku Pembangunan Teologi dalam Konteks Suku Dayak Maanyan, karya Lianto, M.Th.
Buku ini membahas teologi kontekstual dalam masyarakat Dayak Maanyan, khususnya hubungan antara kepercayaan Kaharingan dan Kekristenan di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.
Di tengah masyarakat Suku Dayak Maanyan, tradisi, kebudayaan, kepercayaan lokal, dan Kekristenan telah berinteraksi dalam perjalanan sejarah yang panjang. Pertemuan berbagai unsur tersebut menghadirkan pertanyaan penting bagi gereja, teolog, akademisi, dan masyarakat Dayak: bagaimana membangun teologi Kristen yang kontekstual, menghargai budaya lokal, dan tetap berakar pada Alkitab?
Buku ini menawarkan kajian akademis untuk memahami persoalan tersebut.
Tentang Buku Pembangunan Teologi dalam Konteks Suku Dayak Maanyan
Buku Pembangunan Teologi dalam Konteks Suku Dayak Maanyan merupakan penyempurnaan dari tesis magister teologi Lianto, M.Th. yang melakukan penelitian langsung di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, salah satu wilayah penting persebaran masyarakat Dayak Maanyan.
Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa Indonesia merupakan masyarakat yang sangat beragam, baik dari segi suku, budaya, agama maupun sistem kepercayaan. Dalam konteks tersebut, teologi kontekstual menjadi penting karena teologi tidak hidup dalam ruang kosong, melainkan selalu berhadapan dengan kebudayaan dan kehidupan nyata masyarakat.
Salah satu fokus utama buku ini adalah konsep ke-Allahan dalam kepercayaan Kaharingan dan bagaimana konsep tersebut dapat dibandingkan dengan konsep ke-Allahan dalam Alkitab dan Kekristenan.
Melalui perbandingan tersebut, penulis berusaha menemukan titik temu yang dapat menjadi bahan refleksi untuk membangun teologi Kristen yang kontekstual bagi masyarakat Dayak Maanyan.
Dengan pendekatan ini, budaya Dayak Maanyan tidak ditempatkan semata-mata sebagai sesuatu yang harus ditolak atau diterima begitu saja. Sebaliknya, buku ini mengajak pembaca melihat perjumpaan antara iman Kristen dan budaya lokal Dayak secara lebih terbuka dan akademis.
Kaharingan dan Kekristenan dalam Masyarakat Dayak Maanyan
Kaharingan merupakan salah satu unsur penting dalam pembahasan mengenai sejarah kepercayaan masyarakat Dayak.
Dalam buku ini, kepercayaan Kaharingan dikaji secara khusus untuk memahami sistem kepercayaan dan konsep ke-Allahan yang berkembang dalam masyarakat Dayak Maanyan.
Pembahasan tersebut kemudian dipertemukan dengan kajian mengenai konsep ke-Allahan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menurut perspektif Kristen.
Perbandingan ini menjadi penting karena perjumpaan antara Kaharingan dan Kekristenan bukan hanya persoalan agama, tetapi juga berkaitan dengan identitas, budaya, tradisi, masyarakat, dan kehidupan sosial Dayak Maanyan di Kalimantan Tengah.
Apa yang Dibahas dalam Buku Ini?
Pembaca akan menemukan pembahasan mengenai:
- Teologi kontekstual dalam masyarakat multikultural Indonesia
- Suku Dayak Maanyan, termasuk lokasi, lingkungan alam, dan asal-usulnya
- Sejarah dan gambaran umum kepercayaan Kaharingan
- Konsep ke-Allahan dalam Kaharingan
- Konsep ke-Allahan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
- Perbandingan konsep ke-Allahan Dayak Maanyan dan Kekristenan
- Upaya membangun teologi kontekstual di tengah masyarakat Dayak Maanyan
- Contoh kasus perjumpaan gereja dan budaya Maanyan
- Refleksi mengenai hubungan antara Kekristenan dan budaya Dayak
- Pandangan dan saran mengenai masa depan masyarakat Dayak Maanyan
Mengapa Buku Ini Penting?
Salah satu tantangan dalam pengembangan teologi Kristen di Indonesia adalah bagaimana memahami iman Kristen dalam konteks masyarakat yang memiliki beragam budaya dan tradisi lokal.
Teologi yang berkembang di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari realitas masyarakat Indonesia sendiri.
Karena itu, kajian mengenai teologi kontekstual Dayak Maanyan menjadi penting, terutama bagi mereka yang ingin memahami bagaimana Kekristenan berinteraksi dengan budaya dan kepercayaan lokal di Kalimantan Tengah.
Buku ini mempertemukan tiga bidang penting:
teologi, budaya Dayak, dan studi kepercayaan lokal.
Ketiganya dibahas melalui penelitian akademis yang berangkat dari konteks kehidupan masyarakat Dayak Maanyan di Barito Timur, Kalimantan Tengah.
Keunggulan Buku
Berbasis penelitian lapangan
Buku ini berasal dari penelitian langsung di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, sehingga pembahasannya berangkat dari konteks masyarakat Dayak Maanyan secara nyata.
Membahas Kaharingan dan Kekristenan secara akademis
Pembahasan mengenai Kaharingan, konsep ke-Allahan, Alkitab, dan teologi Kristen dipertemukan dalam kajian perbandingan.
Mengangkat budaya Dayak Maanyan
Buku ini memberikan perhatian khusus terhadap budaya, kepercayaan, dan kehidupan masyarakat Dayak Maanyan.
Relevan untuk teologi kontekstual
Kajian ini dapat menjadi bahan referensi bagi pengembangan teologi kontekstual di Indonesia, khususnya dalam konteks masyarakat Dayak di Kalimantan.
Dapat dibaca secara praktis dalam format ebook
Ebook PDF dapat dibaca menggunakan ponsel, tablet, laptop, maupun komputer.
Buku Teologi dan Budaya Dayak untuk Akademisi dan Pembaca Umum
Buku Pembangunan Teologi dalam Konteks Suku Dayak Maanyan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dan dosen yang mempelajari:
- Teologi Kristen
- Teologi kontekstual
- Misiologi
- Studi agama
- Antropologi budaya
- Agama dan kebudayaan
- Masyarakat adat Dayak
- Sejarah dan budaya Kalimantan
Buku ini juga relevan bagi pendeta, penginjil, pelayan gereja, peneliti Kaharingan, pemerhati budaya Dayak, serta pembaca yang ingin memahami hubungan antara Kekristenan dan budaya lokal Kalimantan.
Tentang Penulis
Lianto, M.Th. adalah dosen di STAKN (Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri) Palangka Raya.
Ia menyelesaikan pendidikan tinggi teologi di STT Satya Bhakti, Malang, dan STT Cipanas, Jawa Barat.
Buku ini dikembangkan dari tesis magisternya yang berjudul:
“Perbandingan Konsep Keallahan dalam Suku Dayak Maanyan dengan Kekristenan: Sebuah Upaya Membangun Teologi yang Kontekstual.”
Spesifikasi Ebook
Judul: Pembangunan Teologi dalam Konteks Suku Dayak Maanyan
Penulis: Lianto, M.Th.
Penerbit: Lembaga Literasi Dayak (LLD)
Cetakan: Ke-1, November 2017
Edisi cetak acuan: viii + 136 halaman
Ukuran buku cetak: 14 × 21 cm
ISBN: 978-602-6381-68-2
Format: Ebook PDF
Bahasa: Indonesia
Kategori: Teologi, Budaya Dayak, Studi Agama Nusantara
Kata Kunci
teologi kontekstual, teologi Kristen, teologi kontekstual Dayak, Dayak Maanyan, Suku Dayak Maanyan, budaya Dayak Maanyan, Kaharingan, kepercayaan Kaharingan, konsep ke-Allahan Kaharingan, Kekristenan dan Kaharingan, Kekristenan Dayak, agama Dayak, budaya Dayak Kalimantan, Dayak Kalimantan Tengah, Barito Timur, Kalimantan Tengah, teologi Kristen Kalimantan, studi agama Nusantara, studi agama dan budaya, teologi kontekstual Indonesia.
Dapatkan Ebook Pembangunan Teologi dalam Konteks Suku Dayak Maanyan
Jika Anda sedang mencari buku tentang Dayak Maanyan, Kaharingan, Kekristenan, teologi kontekstual, budaya Dayak, atau studi agama dan budaya Kalimantan, buku ini dapat menjadi salah satu referensi yang penting untuk dibaca.
Melalui buku ini, Anda diajak memahami perjumpaan antara kepercayaan Kaharingan dan Kekristenan dalam konteks masyarakat Dayak Maanyan, sekaligus melihat bagaimana teologi dapat dibangun dengan memperhatikan realitas budaya masyarakat setempat.
Baca, pahami, dan kenali lebih dekat kekayaan budaya serta kehidupan spiritual masyarakat Dayak Maanyan di Kalimantan Tengah.
