Deskripsi
Di pedalaman Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, hidup seorang tuai rumah panjang yang namanya dikenal luas hingga ke panggung dunia: Bandi Anak Ragai, atau yang lebih akrab disapa Apai Janggut. Ia adalah penjaga hutan adat Sungai Utik, wilayah masyarakat Dayak Iban yang keteguhannya melestarikan hutan telah diakui lewat tiga penghargaan lingkungan paling bergengsi: Kalpataru dari Pemerintah Indonesia, Equator Prize dari UNDP, dan Gulbenkian Prize for Humanity dari Yayasan Calouste Gulbenkian, Lisbon, Portugal.
Buku "Apai Janggut: Kalpataru, Equator Prize, & Gulbenkian - Untuk Kemuliaan Dayak" ini merangkum perjalanan hidup, pemikiran, dan perjuangan sosok yang oleh banyak kalangan disebut sebagai pahlawan lingkungan dari rimba Borneo. Ditulis secara kolaboratif oleh lima penulis, R. Masri Sareb Putra, Redemptus Musa, Munaldus Nerang, Valentinus Narung, dan Yohanes RJ, dengan Adil Bertus AS sebagai editor, buku ini menghadirkan sudut pandang yang kaya: dari kisah pribadi, testimoni orang-orang terdekat, hingga analisis akademis atas kompetensi dan kearifan Apai Janggut.
Sekilas Isi Buku
- Bagian I - Siapakah Apai Janggut: mengupas asal-usul nama, tradisi memelihara janggut, perannya menjaga Sungai Utik, membangun rumah betang, hingga kisah di balik Anugerah Gulbenkian dan tato bunga terong.
- Bagian II - Apai Janggut di Mata Orang Dekatnya: testimoni dan pengalaman langsung orang-orang yang mengenalnya, tentang kerendahan hati dan konsistensinya menjaga budaya serta lingkungan.
- Bagian III - Biografi Apai Janggut: menelusuri perannya sebagai bapak spiritual gerakan Credit Union Keling Kumang, gerakan ekonomi kerakyatan yang lahir dari akar budaya Dayak Iban.
- Bagian IV - Menakar Level Kompetensi Apai Janggut: mengupas kearifan, intuisi, dan kecerdasan majemuk Apai Janggut melalui lensa teori Multiple Intelligences Howard Gardner serta penelitian akademis.
- Bagian V dan Lampiran - Materi Apai Janggut dalam Iban Summit II serta dokumentasi foto yang melengkapi narasi buku ini.
Mengapa Buku Ini Layak Dibaca
- Menghadirkan kisah nyata perjuangan masyarakat adat menjaga hutan hujan tropis di tengah tekanan zaman, ditulis dari sumber pertama dan orang-orang terdekat Apai Janggut.
- Mengangkat kearifan lokal Dayak Iban, mulai dari filosofi rumah panjang, ritual adat, hingga semangat gotong royong lewat gerakan Credit Union Keling Kumang.
- Memberi inspirasi kepemimpinan berbasis nilai dan kearifan tradisional yang relevan untuk pembaca lintas generasi, akademisi, aktivis lingkungan, maupun pemerhati budaya Nusantara.
- Cocok sebagai referensi studi budaya Dayak, lingkungan hidup, credit union, dan kepemimpinan komunitas adat.
Untuk Siapa Buku Ini
Buku ini sangat direkomendasikan bagi pencinta buku biografi dan sejarah, pemerhati lingkungan dan hutan adat, akademisi serta mahasiswa studi budaya dan antropologi, aktivis masyarakat adat, penggerak koperasi dan credit union, serta siapa saja yang ingin mengenal lebih dekat sosok inspiratif dari jantung Borneo yang namanya kini dikenal dunia internasional.
Miliki versi digitalnya sekarang dan telusuri jejak hidup Apai Janggut, sosok sederhana yang membawa nama Dayak, dan Indonesia, ke panggung penghargaan lingkungan dunia.
Spesifikasi Buku
• Judul: Apai Janggut - Kalpataru, Equator Prize, & Gulbenkian: Untuk Kemuliaan Dayak
• Penulis: R. Masri Sareb Putra, Redemptus Musa, Munaldus Nerang, Valentinus Narung, Yohanes RJ
• Editor: Adil Bertus AS
• Penerbit: Lembaga Literasi Dayak (LLD)
• Cetakan: Pertama, Agustus 2024
• Jumlah Halaman: 230 halaman (versi cetak), 14 x 21 cm
• ISBN: 978-623-7069-01-0
• Format: E-book / Buku Digital (PDF)
• Bahasa: Indonesia
• Genre: Biografi, Sejarah & Budaya Dayak, Lingkungan Hidup
